Memelihara Mimpi Jadi Idola

Original article by James Turnbull at The Grand Narrative
Indonesian translation by Geraldi A. Bhaskara

sambungan dari artikel “Terobsesi Dipanggil Oppa” dan “Generasi Patah Hati”


sumber

Audisi, adalah sebuah kesempatan yang tidak merata, namun terbuka bagi setiap orang. Bagian terpenting adalah tubuh. Seseorang harus memiliki tubuh yang sesuai dengan rencana dan tujuan dan memenuhi standar. Agensi tidak menginginkan seseorang yang memiliki kreativitas.


sumber

Para calon idola menghadapi probabilitas 1000:1 untuk lolos audisi dan masuk menjadi trainee. Pelajaran utama adalah menari serta keharusan dan pantangan semacam diet dan operasi plastik. Di antara sekian banyak trainee yang terpilih, hanya 2-3% yang berkesempatan untuk diorbitkan menjadi personel girlband atau boyband.

Ada satu alasan mengapa para trainee bertahan menghadapi latihan yang intensif sekaligus masa depan yang tak pasti. Ini disebabkan karena mereka memelihara anggapan ini dalam benak mereka, “saya bisa. Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak?” Tetapi anggapan ini menimbulkan sistem kedisiplinan yang sangat kasar. Trainee dilatih untuk bekerja namun imbalannya tidak menentu, dan menjadi ancaman untuk grup yang sudah lebih dulu eksis. Apabila mereka menyerah, perusahaan dengan mudahnya dapat berkata, “kalau kamu tidak mau, masih banyak ribuan orang yang mau menggantikan posisi kamu sekarang”.

Simak ilustrasi di bawah ini.

“Pembuatan dan persiapan debut sebuah grup bukanlah sebuah proses pembentukan grup yang berisi orang-orang dengan kriteria seragam. Para personel terpilih berdasarkan citra yang ingin dibentuk oleh perusahaan. Mereka harus bertingkah sesuai dengan imej yang ditempelkan ke mereka dan berlaku peran yang sudah dibagikan di dalam grup. Bila mereka menolak, agensi atau perusahaan dapat mengancam mereka dengan ancaman akan dikeluarkan atau mengacu kepada contoh personel yang telah dikeluarkan sebelumnya. Ancaman ini terbukti efektif dalam mengontrol selebritas baru.” (Lee Ahn, “Illusions about Idols Revealed by Wonder Girls’ Sun Mi’s Departure”, Media Ohneul, 2010. 1.26)

Dalam grup-grup di masa silam, tiap personel memiliki karakter individual dan memainkan peran tertentu. Sebagai contoh, jika seorang personel keluar, seluruh grup menjadi kacau. Sering terjadi sebuah grup bubar karena mundurnya seorang personel. Namun grup-grup yang lahir di pertengahan tahun 2000 memiliki figur yang serupa dan peran mereka di dalam grup tidak jauh berbeda. Sehingga seorang personel adalah produk yang seragam yang dapat digantikan oleh orang lain kapan saja.


sumber

Dalam kasus Wonder Girls, tercatat dua personel keluar, yaitu Hyuna dan Sunmi. Posisi mereka lantas digantikan oleh personel baru dan grup beroperasi seperti biasa. Agensi Girl’s Day juga merekrut personel baru empat hari setelah pengumuman pengunduran diri Ji Sun dan Ji In. Grup U-Kiss juga menyediakan ruang yang ditinggalkan oleh Ki Bum dan Alexander untuk wajah baru. Sistem kerja idola adalah semua tentang “fleksibilitas” dari pasar tenaga kerja dunia hiburan atau “ketidakseimbangan” karena mudahnya mengganti tenaga kerja (baca: personel).

About asokamaurya

Big brother, son, friend, lover

Posted on September 11, 2011, in Potret Kehidupan Sosial Korea, Showbiz Korea and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: