Idola Korea Tidak Kelaparan!

Original article by James Turnbull at The Grand Narrative.
Indonesian translation by Geraldi A. Bhaskara

Dikatakan bahwa industri fashion menyukai model-model perempuan yang kurus-kurus karena industri tersebut didominasi oleh para pria gay. Betul?

Namun sejak kapan semua, atau mayoritas pria gay tertarik kepada figur yang androgini? Pada kenyataannya, selera mereka berbeda dengan para heteroseksual (tidak butuh pengalaman tinggal bersama para gay untuk memahaminya). Atau jenis seksualitas yang satu itu tidak mengapresiasi keindahan dari tubuh yang sehat.

Di sisi lain, adalah betul apabila ada harga yang harus dibayar untuk memiliki bentuk tubuh seperti para model-model tersebut. Namun apakah insentif yang menarik untuk orang-orang memiliki tubuh kurus tersebut? Dan lagi: bagaimana tren kurus itu menyebar?

Kita berpegang pada sebuah kepastian bahwa ada simbiosis antara fashion dan konsumerisme. Ada penjelasan lebih baik bahwa perusahaan kosmetik, pakaian, dan produsen makanan diet mengeluarkan biaya yang tidak sedikit telah menimbulkan persepsi yang salah di benak konsumen. Yang patut dilakukan adalah menjual produk baru kepada konsumen yang akan memenuhi kebutuhan mereka.

Saya akui bahwa kalimat sebelumnya terdengar menggampangkan persoalan. Namun kita ambil contoh klise di Korea tentang X-line. Bentuk tubuh yang ditampilkan di foto tidak akan terwujud tanpa bantuan Photoshop, namun produsen Amore-Pacific menjual produk yang akan membantu Anda memiliki bentuk X-line tersebut, seperti dilaporkan oleh Korea Times bahwa bentuk tubuh X-line sedang populer di kalangan perempuan muda Korea.

sumber

Juga, semakin kurus seorang model, maka akan semakin banyak produk dan jasa diet yang diperlukan untuk menurunkan berat badan. Tidak ada data valid yang mengatakan bahwa konsumen Korea terobsesi untuk meniru bentuk tubuh para model, tetapi 75% iklan di Korea yang menampilkan para selebritis, mempertontonkan narasi yang disebut dengan ‘tubuh ideal’.

Temui Girls’ Generation, yang melakukan diet 1200-1500 kalori per hari kendati salah seorang personelnya didiagnosis mengalami underweight 9 kilogram, kemungkinan personel tersebut adalah Yuri (kiri). Gambar di kanan, personel Brave Girls’ Seo Ah juga menunjukkan kondisi yang sama. Atau Hyomin, personel T-Ara, yang mengalami anoreksia. Konon hal tersebut dilakukan karena ia sedang dikontrak untuk mengiklankan sebuah resor. Atau aktris Jung Ryeo-won yang mengiklankan Giordano.

Adakah perempuan-perempuan tersebut adalah personifikasi dan puncak dari tren yang disebutkan di atas? Sangat menggoda untuk menganalisisnya. Girls’ Generation di samping mengiklankan produk-produk kecantikan, mereka juga mengiklankan junk food seperti pizza dan ayam goreng. Maka bila ada hubungan antara berat badan selebritas dengan konsumerisme, hal tersebut berusaha ditutup-tutupi oleh pihak manajemen – demi keuntungan yang akan diraup dari endorsement produk.

Sementara itu, di antara negara-negara maju, perempuan Korea sudah menjadi perempuan dengan tubuh terlangsing, dengan catatan 1 dari 5 perempuan mengalami kekurangan gizi (undernourished) dan setengah dari populasi remaja putri mengalami anemia dan malnutrisi sehingga tidak memenuhi persyaratan untuk donor darah.

Bagaimana dengan para selebritas sendiri?

Salah satu pengecualian ada pada diri Uee, personel grup After School yang bersedia mengungkapkan bahwa ia cukup makan dan melontarkan sebuah pernyataan yang masuk akal:

“Banyak orang rela kelaparan untuk diet, tapi itu tidak membantu. Anda harus makan dengan benar agar dapat menurunkan berat badan dengan mudah.”

sumber

Saya sama sekali tidak menyangka bahwa pernyataan seperti itu akan keluar dari mulut seorang artis Kpop! Dan patut dicatat bahwa UEE MAKAN DENGAN CUKUP! BACA ITU! Namun apakah dia adalah selebritas pertama yang jujur mengenai hal tersebut?

Saya punya beberapa daftar lainnya. Sebut saja penyanyi Hwayobi yang mengaku mengalami depresi dan bulimia, atau pelatih pribadi YG Entertainment, Hwang Sung Chan yang meluruskan rumor tentang diet yang dijalani oleh Park Bom. (***)

About asokamaurya

Big brother, son, friend, lover

Posted on July 28, 2011, in Potret Kehidupan Sosial Korea, Showbiz Korea and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: