Kontroversi Larangan Tarian “Wide Leg Spread”

Original article by James Turnbull at The Grand Narrative
Indonesian translation by Geraldi A. Bhaskara

Pembaca setia blog K-pop tentunya telah mengetahui kehebohan terkait judul di atas, namun memang selalu menarik untuk mengetahui apa yang orang Korea kebanyakan baca untuk mengetahui hal-hal semacam ini (maksudnya dunia hiburan). Berdasarkan hal tersebut, inilah terjemahan dari sebuah artikel di koran Metro, yang menjadi bacaan di setiap pagi sebelum bekerja.

KONTROVERSI LARANGAN TARI “WIDE LEG SPREAD”

Tiga grup yang memiliki personel di bawah umur yang menarikan tarian-tarian yang mengundang saat mereka tampil di atas panggung. Muncul permintaan agar pakaian serta atraksi mereka yang mengundang diatur dengan sebuah regulasi.

Saat tiga girl group mempertontonkan apa yang disebut wide leg spread dance (tarian membuka kaki lebar-lebar sehingga membentuk posisi mengangkang – terjemahan bebas dari penerjemah), kontroversi pun mencuat tentang tarian tersebut. Tiga grup tersebut adalah 4Minute, Rania, dan Brave Girls yang tampil di acara Music Bank yang disiarkan oleh stasiun KBS2 pada tanggal 8 April lalu.

4Minute menampilkan lagu baru mereka yang berjudul Mirror Mirror. Di tengah-tengah lagu para personel 4Minute berlutut dan membuka kaki mereka lebar-lebar dan dilakukan secara berulang-ulang.

Sementara Rania, grup baru beranggotakan 7 orang yang diproduseri oleh produser asing, Teddy Riley, debut dengan lagu berjudul Dr. Feel Good. Dengan mengenakan lingerie dan garter belt (sejenis tali yang diikatkan pada stocking), Rania menarikan gerakan tarian di mana mereka menggerakkan kaki dan pinggul mereka berulang kali.

Dan produser kenamaan Brave Brother memproduseri sebuah grup beranggotakan 5 orang gadis yang diberi nama Brave Girls yang mengusung atraksi sensual yang sama di dalam lagu debut mereka berjudul Do You Know.

Penampilan yang sama disiarkan di dua acara musik yang berbeda akhir pekan lalu, ini menjadi awal dari kontroversi semakin panas. Sebagai akibatnya, program musik Music Bank dan Show! Music Core yang disiarkan oleh MBC diminta untuk menetapkan aturan dan larangan atas tarian dan busana para grup musik. Alasannya adalah program musik tersebut banyak ditonton oleh kaum remaja, yang mana mereka tidak boleh mempertontonkan bagian-bagian tubuh mereka terlalu banyak dan atau menarikan tarian yang dapat merangsang secara seksual.

Secara khusus, bukan hanya koreografi dan busana yang menjadi sorotan, tetapi ada beberapa personel di antara ketiga grup tersebut yang ternyata masih di bawah umur. Di grup 4Minute terdapat Hyuna (18) dan Sohyun (16). Di Rania ada Di (19), Joy (20), T-ae (16), dan Xia (16). Sementara di Brave Girls memiliki dua personel di bawah umur yaitu Yu-jin dan Hye-ran (usia tidak diketahui). – Usia personel yang ditampilkan di artikel ini kurang tepat, apakah patokan usia menggunakan sistem Korea atau internasional. Dalam artikel ini ditampilkan usia internasional. Penulis sendiri masih ragu mengapa beberapa di antara mereka digolongkan ke dalam anak di bawah umur.

Hasil dari analisis mengungkapkan bahwa munculnya tarian-tarian tersebut adalah karena usaha untuk meniru bintang pop internasional. Sebelum grup-grup ini, Lady Gaga telah menimbulkan kontroversi terlebih dahulu dengan tarian wide spread leg dan koreografi yang mengundang di video klipnya Born This Way. Mengenai hal ini seorang yang bekerja di industri penyiaran yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, “ketika orang-orang berkata bahwa tarian Lady Gaga itu unik, mereka bilang bahwa penyanyi Korea tidak seperti itu. Sungguh suatu hal yang mengenaskan di era di mana K-pop menyebar luas ke seluruh dunia, kita masih memiliki aturan yang kuno.”

Seperti saya, Anda mungkin jengah dengan gaya penulisan koran Metro yang memiliki standar penulisan yang rendah dan tidak merangkum semua fakta. Namun ini adalah hal yang lumrah bagi tabloid-tabloid di Korea, sehingga apa yang menarik adalah sudut pandang si penulis dalam kalimatnya, “sebelum grup-grup lokal tersebut, Lady Gaga sudah duluan memancing kontroversi”, secara tidak langsung mengesahkan observasi saya (dan banyak orang) tentang membanjirnya girl group di Korea selama empat tahun terakhir. Mereka mengikuti jejak yang telah ditorehkan oleh Wonder Girls, namun grup-grup baru ini jelas lebih menonjolkan unsur sensualitas dibandingkan pendahulu-pendahulu mereka.

Selain itu, saya pun lelah dengan alasan meniru Lady Gaga ketika sebuah grup menghadirkan tarian yang mengundang. Dan menggelitik rasa penasaran bahwa si anonim dalam industri penyiaran itu merasa bahwa grup Korea harus meniru bintang internasional tersebut dalam mewujudkan misi “menyebarkan K-pop ke seluruh dunia”.

Untuk orang Barat tarian yang mengundang itu mungkin berlaku akibat berkembangnya stereotipe bahwa pemirsa di negara Barat bersifat hipersexual. Namun yang terjadi di girl group Korea saat ini menandai titik puncak bagaimana K-pop berusaha menarik pemirsa Asia Timur dengan konsep seksual layaknya orang Barat. Seperti yang dijelaskan oleh Rowan Pease dalam salah satu bab tulisannya di “Korean Pop Music in China: Nationalism, Authenticity, and Gender” dalam Cultural Studies and Cultural Industries in Northeast Asia: What a Difference a Region Makes (2010).

Tahun 2003, Departemen Pariwisata Korea (investor terbesar dari misi demam Korea) mengadakan sebuah studi tentang pariwisata Hanliu di China, Taiwan, dan Hongkong untuk mengeksplor sikap responden terhadap kebudayaan Korea. Dan hasilnya adalah sebagai berikut (dipublikasikan secara online):

Penelitian ini membandingkan dampak dari kebudayaan Korea dengan empat negara pesaing (Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, dan Hong Kong), dan dalam prosesnya banyak sekali terkuak hal-hal tentang perhatian kaum nasionalis dan kondisi politik Korea khususnya dalam hubungan negara tersebut dengan Jepang dan Amerika. Enam dari sebelas alasan responden menjawab “alasan saya menyukai kebudayaan Korea” mencerminkan hal-hal yang sebenarnya sudah dapat ditebak: “karena budaya Korea lebih sopan (dalam hal seks) ketimbang budaya Jepang atau Amerika”, “karena budaya Korea lebih menunjukkan lebih sedikit kekerasan dibandingkan budaya Jepang atau Amerika”, “ketertarikan terhadap budaya Amerika dan Jepang yang menurun”. Dan satu poin yang menggema berdasarkan teori cultural proximity dari Straubhaar yakni “kesamaan/kemiripan dalam budaya”.

Secara pasti, Korea sendiri memiliki aturan sensor terhadap musik (bahkan di tahun 1997 aturan tersebut melarang tindik, tato, pakaian yang mungkin membahayakan bagi perkembangan jiwa anak muda, lirik yang berisi kekerasan atau politik untuk tampil di televisi) yang berarti stasiun televisi China dapat membeli video-video musik dan acara TV asal Korea karena acara-acara tersebut telah disensor dari negara asalnya. Namun, pertanyaan tersebut juga menunjukkan persepsi bahwa Korea berusaha membendung ekses negatif dari paham-paham dan ideologi Barat dan bertindak sebagai benteng dari nilai-nilai Konfusius di Asia Timur (hal. 155-156).

Anda mungkin masih ingat terjemahan lirik lagu Bad Girl, Good Girl dari grup Miss A (mungkin inilah video klip girl group Korea paling erotis yang pernah saya saksikan hingga muncul pendapat ini):

Pandangan orang China, Taiwan, dan Hong Kong mungkin sudah ketinggalan zaman. Yang mengherankan, dua personel Miss A berkebangsaan China, dan grup tersebut aslinya dibuat untuk memikat pasar China. Bagaimana menurut Anda?

Update terbaru di sini (respons netizen terhadap larangan wide leg spread dance)

Update terbaru di blog ini tentang analisis lebih dalam tentang penampilan Rania, sensor, dan isu-isu yang melingkupinya.

Setelah membaca ini, ada baiknya Anda meneruskannya ke artikel berjudul “Pria Sebagai Objek dan Standard Ganda”

About asokamaurya

Big brother, son, friend, lover

Posted on May 12, 2011, in Showbiz Korea and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: