Yah, Hitung-hitung Pengalaman

Konon, banyak pejabat yang orientasi seksnya menyimpang. Ada yang gay, lesbian, bahkan biseksual. Cerita berikut ini diilhami oleh kisah istri seorang mantan menteri di era Orde Baru. Agar lebih asyik dan mudah dicerna, mari kita ubah sedikit ceritanya dengan mengambil tokoh dari #KabinetKpop.

Di Istana Negara sedang diadakan perjamuan makan yang diadakan oleh presiden negara Korpop, yaitu Rain. Semua menteri #KabinetKpop dan pejabat-pejabat tinggi turut diundang, tidak ketinggalan para selebritas dan sosialita.

Ketika sedang berbincang-bincang, pandangan ibu Menpora kita, Ibu Kahi terarah kepada seorang perempuan cantik yang berada di ruangan yang sama. Tampaknya perempuan itu bukan dari kalangan pejabat pemerintahan, bisa jadi ia seorang selebritas. Merasa tertarik, Bu Kahi mencolek Bapak Se7en, wapres Korpop.

“Pak, Pak Se7en, Bapak tahu gak perempuan yang di sebelah sana?” bisik Bu Kahi sambil menunjuk perempuan yang dimaksud kepada Pak Se7en.

“Yang rambutnya panjang itu, Bu? Wah saya gak tahu tuh. Memang ada apa, Bu?” tanya Pak Se7en.

“Oh, saya pingin minta bantuan dia buat benerin gaun saya,” jawab Bu Kahi.

Pak Se7en memandang Bu Kahi dengan ekspresi penuh keheranan, namun cepat-cepat disembunyikan. “Oooh, kalo cuma benerin gaun, istri saya juga bisa, Bu,” ujar Pak Se7en sambil menunjuk Ibu Han Byul, istrinya.

“Aduh, Pak Se7en, pokoknya saya mau adik itu yang benerin gaun saya,” Bu Kahi tetap ngotot, lalu pergi meninggalkan Pak Se7en menuju buffet minuman.

Karena merasa tidak enak, Pak Se7en akhirnya menghampiri perempuan tersebut. “Maaf, Adik bisa ikut saya sebentar?” ajak Pak Se7en ramah dan sopan.

Perempuan tersebut dan teman-temannya kaget karena seorang wakil presiden tiba-tiba menghampiri. Perempuan itu langsung ketakutan. “Wah, a… a… ada apa ya, Pak?” ia panik.

“Oh santai aja, gak usah takut. Begini, kamu tadi dipanggil Bu Kahi untuk suatu urusan. Lebih baik kamu samperin aja Bu Kahi di sana,” jelas Pak Se7en.

“Sampai lupa, nama kamu siapa?” tanya Pak Se7en.

“Yuri, Pak. Kwon Yuri.”

Mungkin sebagai bentuk kepatuhan kepada negara, Yuri menghampiri Bu Kahi seperti yang diperintahkan oleh Pak Se7en. Dan berjalanlah Bu Kahi dan Yuri ke sebuah ruangan di Istana Negara.

Semenit, dua menit, tiga menit berlalu hingga sebelum jarum panjang melewati angka 6, Yuri keluar dari ruangan tersebut dengan muka masam dan kembali ke tengah-tengah jamuan makan.

Pak Se7en yang matanya menangkap sosok Yuri yang kembali langsung mendekat. “Bagaimana, Dik Yuri? Kok mukanya cemberut begitu?”

“Itu, saya di dalam dipegang-pegang digrepe-grepe sama Bu Menteri!” protes Yuri.

Pak Se7en menahan supaya tertawanya tidak lepas kendali. “Kan yang penting bukan laki-laki yang megang-megang sembarangan?”

Yuri membantah, “tapi Pak, kan tetap aja. Mau perempuan juga kan, saya risih…”

Dengan penuh kebijakan, Pak Se7en berkata, “yah gak apa-apa, hitung-hitung pengalaman.”

About asokamaurya

Big brother, son, friend, lover

Posted on March 5, 2011, in Fanfiction. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: