Category Archives: Cerpen

TENDA RAMALAN

Peluh mengalir dari kening lalu turun ke pelipis. Sebelum butir peluh itu tergelincir jatuh ke dagu, Btari mengusapnya dengan selembar tisu. Basah dua sisi tisu itu dengan keringat, Btari membuangnya ke sebuah tong kosong di bawah pohon. Ia meraba kantong jeans belakangnya dan menyadari bahwa tisunya telah habis. Ditariknya bungkus tisu itu dari kantong lantas diremasnya. Ini sudah bungkus tisu kelima, batinnya.

Sementara hingar bingar musik funk masih terdengar di sebelah utara. Tangan kiri Btari masih menggenggam erat walkie-talkie. Bunyi kresek kresek muncul dari benda tersebut, terdengar suara seorang laki-laki. Btari hanya mendengarkan percakapan laki-laki tersebut dengan seseorang lainnya.

“Tolong, seksi konsumsi, seksi konsumsi, Jacinta atau Dora, harap segera ke artist room, band pemenang kompetisi udah selesai manggung, tolong ditunggu cepat ya. Tolong bawa air minumnya lebih banyak sedikit.”

Zap! Dan suara laki-laki itu lenyap dari walkie-talkie.

Sementara sepanjang pandang Btari semakin banyak manusia merangsek. Areal parkir kampus yang biasanya luas penuh sesak dengan mobil-mobil mentereng kini dibanjiri lautan manusia yang tampaknya jumlahnya semakin meluap dari perkiraan. Btari menghela napas, ia mencoba bergeser dari tempat berdirinya sekarang. Terasa sangat sulit karena padatnya orang. Jempol kirinya berusaha menekan tombol walkie-talkie, berusaha ingin memanggil seseorang.

continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.